CHANGE YOUR MINDS DESIGN YOUR DESTINY

BISNIS,HOBI DAN PETUALANGAN MENUJU SUKSES HAKIKI

KAPAN GABUNG KE MLM LAGI?

Posted by mukhlisukses pada 29 Desember, 2008

mlmMau silaturrahmi nii..enakanya besok siang atau besok malam?.Pertanyaan yang sering saya dengar dari teman-teman yang sedang getol-getolnya menawarkan MLM-nya.Sebuah usaha yang patut di acungi jempol.Entah apa alasanya,saya masih menjadi target prospecting kawan-kawan dari berbagai MLM yang berbeda.Walaupun setiap kali penawaran itu datang saya masih selalu mengatakan tidak.

Bukan tidak percaya dengan sistem MLM mereka tapi mungkin karena merasa belum “mood” untuk menggeluti MLM lagi setelah di kecewakan oleh perusahaan MLM yang pernah saya geluti sebelumnya.Serta di buat “bingung” oleh up line-up line kutu loncat yang selalu ngerecokin dan bukan membantu down line-nya untuk sukses,tapi malah di ajak ke MLM baru lainnya.Tetapi bagaimanapun saya merasa bersyukur karena telah bersentuhan dengan dunia MLM yang telah memberikan banyak pencerahan dan pembelajaran dalam berbagai sisi kehidupan saya.

Dulu juga pernah “menikmati” bonus puluhan juta perbulan serta jalan-jalan ke Malaysia,Singapura dan Thailand.Tetapi karena perusahaan MLM yang saya jalani”bangkrut” dan merubah sistem pemasaran menjadi konvensional,hilanglah sudah semua janji manis yang sering di gembar-gemborkan dalam sistem MLM,yaitu kebebasan finansial,passive income..bla..blaa…blaaa…..pertanyaan saya waktu itu,bagaimana saya bisa bebas secara finansial,kalau perusahaan MLM yang saya geluti bangkrut ?.Bagaimana perusahaan MLM bisa memberi saya penghasilan tak terbatas,lha wong perusaan MLM itu sendiri tidak bisa “menghidupi” dirinya sendiri.Dan itu di luar kontrol saya.

Sedikit bernostalgia dengan masa lalu..
Karena kebetulan beberapa minggu terakhir banyak ajakan untuk mengambil “rute” kaya lewat jalur MLM ini lagi.Dan semalam ada seorang kawan lama dan keluarga datang mempresentasikan peluang MLM-nya kepada saya.Dan kabar baiknya…..(istilah yg paling sering di pakai oleh penggiat MLM) ini adalah MLM yang baru 3 tahun datang ke Indonesia dan produknya luar biasa dan bla..blaa…blaaaa…

Jadi mengingatkan saya akan masa-masa”kuliah” di beberapa MLM yang bagus pada saat itu untuk sekedar “mencuri” ilmunya bukan untuk serius bergabung,karena pada waktu itu saya tidak setuju dengan “poligami” dalam MLM,walaupun banyak di praktekkan oleh banyak up line saya.sesuatu yang aneh memang.Di satu sisi mereka menggembar-gemborkan tentang kebebasab finansial,pendapatan bisa sampai ratusan juta perbulan dari MLM yang “ini”…tetapi di sisi lain mereka masih menjalani beberapa MLM yang berbeda dan mengajak kami juga untuk bergabung dengan MLM yang “itu” dan begitu seterusnya setiap muncul MLM yang baru …berarti bisa dibilang mereka tidak yakin dengan kebebasan finansial yang mereka dengungkan sendiri.Kalau yakin,yaaa…pilih salah satu perusahaan MLM untuk di jadikan kendaraan menuju bebas secara finansial apapun aral yang menghadang…

Ada sesuatu yang menarik bagi saya dalam ajaran Robert Kiyosaki tentang 4 Quadran manusia,yang selalu di jadikan dalil oleh kawan-kawan di MLM,tetapi sayangnya tidak ada revisi dari satu dasawarsa sebelumnya sampai sekarang.Masih seperti itu-itu saja padahal sekarang banyak orang bisa masuk kategori Quadran ke-3 ini selain yang di sebutkan dalam rumusnya om Robert tsb.Dari bisnis internet misalnya…entah itu dari Adsense dan sejenisnya seperti mas Cosa atau jadi “makelar” penyewaan villa dan hotel seperti pak Kadek atau jualan e-book dan pembelajaran seperti Anne Ahira atau Joko Susilo dan masih banyak jenis lainnya yang bisa berpenghasilan sangat besar melalui internet entah itu berbasis produk maupun jasa.Jadi kawan-kawan di MLM harusnya juga mengetahui bahwa ada juga jalur menjadi kaya dari dunia maya..dan itulah yang sedang saya geluti saat ini karena lebih cocok dengan kepribadian yang saya miliki.Dan menurut saya itu termasuk Quadran ke-3 dalam ajaran kang Robert Kiyosaki…

Intinya tetap semangat di jalur masing-masing dan juga saling menyemangati agar sukses di jalur yang di pilih.Itu yang lebih berpahala menurut saya.Karena kita berharap dan mendorong teman kita untuk sukses walaupun kita tidak dapat seperpun uang dari dia.Bukan hanya semangat untuk menjadikan orang lain sebagai down line saja…..coba kalau aku di prospek lalu di tawarin jadi upline-nya dan dia bonusnya sudah ratusan juta…pasti saya mau deh..ha-haa–haaaa—-
Udah aah,kok jadi ngawur dan nglantur….
Ingat pesan pak Bondan yaa:”Tetap……..
Semoga sukses slalu….n C You @ the Top
Coretan seorang Mukhlis,Owner GriyaRaihan.com

Nb:Maaf bila ada yang tersinggung atau tersungging dengan tulisan ini.

4 Tanggapan to “KAPAN GABUNG KE MLM LAGI?”

  1. yayan said

    Sip Pak..!! Saya jg pernah ga2l d MLM tp saya tdk pernah menyesal karna banyak ilmu yg sudah saya ranpok dri Bisnis itu..!!

  2. chandra diamond said

    coba tiens – coresystem pak, dijamin.. pelajari aja dulu pa/thanks

  3. riyanto said

    terima kasih telah berbagi pak…saya dulu orang yang selalu dibelakang layar bisnis istri saya, lebih cenderung nyari resep bgmn jualan yang efektif, efisien & pasti lebih menguntungkan….baik direct selling / konvensional selling maupun mlm.. ( kami gabung di mlm murni yg saya yakin kuat secara fundamental ekonominya)…ada satu hal yang bapak lupakan… keuntungan memiliki network/jaringan…sama halnya dengan bisnis internet.. kalo gak ada networknya bgmn bisa ada hasilnya???…
    bagaimana memaksimalkan network ? saya lama mencoba memecahkan masalah ini sampai pa suatu kesimpulan :
    saya pikir jaringan/netwirk sama seperti koperasi… bahkan menurut saya ini lah koperasi modern… dimana jaringan/network ini kita fungsikan sebagai suatu pasar komunitas orang berbisnis… jika kita punya pasar… tinggal kita memenuhi apa yang dibutuhkan pasar tersebut…tentu saja dengan melibatkan seluruh anggota komunitas… apa saja bisa bernilai pak… entah itu uang atau pahala..
    contoh: temen punya informasi pekerjaan… diumumkan dikomunitas…trus ada anggota keluarga komunitas yang daftar = insya allah bernilai ibadah…
    temen punya beras 1 ton… kalo dijual sendiri akan lebih lama drpd dibantu jualan komunitas/network/jaringan…dengan pembagian prosentase keuntungan… disini ada pembagian keuntungan = pemerataan penghasilan.. dsb..
    coba bapak bayangkan jika indonesia mjd satu komunitas.. saya pikir kita tidak perlu takut lagi sama pasar bebas….barang LN gak akan bisa menembus pangsa pasar kita… karena kita bangga dan yakin akan produk yang kita jual, kita produksi dan kita konsumsi….
    bgmn mnrt bapak??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: